Kamis, 19 September 2019

HARI SANTRI : GUSDURIAN KUALA LUMPUR GELAR DO’A UNTUK NEGERI

Selasa, 25 Oktober 2016
diunggah oleh : admin
Kuala Lumpur, 22/10/2016,- Komunitas Gusdurian Kuala Lumpur ikut ambil bagian dalam Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016. Acara yang mengambil tema “Do’a Untuk Negeri” tersebut, diadakan di kediaman salah seorang anggota Gusdurian di Shah Alam, Selangor Darul Ehsan. Acara yang dihadiri 40 orang, yang terdiri dari para anggota Gusdurian Kuala Lumpur dan para simpatisan diawali dengan pembacaan Basmallah dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, membaca Al-fatihah serta bertawassul kepada para sesepuh dan para pahlawan yang telah gugur.

 

 

Acara yang dihadiri oleh Ketua Gusdurian Kuala Lumpur Abdul Rahman dan penasehat Gusdurian Kuala Lumpur Irzal Maryanto ini, berlangsung penuh khidmat . Dalam sambutannya Abdul Rahman mengatakan,

 

“Kita berusaha meneruskan 9 nilai dasar perjuangan dan pemikiran Gus Dur ,dan momen ini sangat tepat untuk berbuat sesuatu terhadap negeri kita Indonesia, meskipun lewat sekalung do’a dn munajat bersama” Ujarnya dalam sambutannya.”

Dalam kesempatan yang sama, Irzal Maryanto dalam sambutannya menekankan nilai-nilai kesederhanaan dalam santri, harus direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga mengupas tentang makna kata “Santri” dan filososfi-filosofi seputar kehidupan pesantren.

“Kehidupan didalam pesantren merupakan miniatur kehidupan dalam masyarakat, nilai-nilai dalam bermasyarakat telah diterapkan dalam pesantren. Sehingga santri apabila terjun ke masyaraku tidak akan canggung , dan bisa berbaur dengan masyarakat apaun dan dimanapun.”

“Memaknai Hari Santri bukan sekedar seremonial belaka, namun mengajariku kita bahwa selamanya kita tetap adalah santri dan tidak pernah menjadi alumni santri.” Tegasnya diakhir sambutannya.

Seterusnya ya dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil bersama dan Sholawat Nariyah. Diikuti pula dengan pembacaan sholawat Badar yang di barengi dengan pemotongan tumpeng peringatan Hari Santri Nasional.

Para peserta disuguhkan dengan suasana alam santri kembali, yaitu makan . Makan dalam satu talam  yang diisi dengan aneka lauk pauk seperti , tahu danTempe goreng, urapan dan irisan telur dadar. Satu talam  dikhususkan 3 - 5 orang secara bersamaan. Mereka seolah-olah bernostalgia dengan masa lalu mereka ketika masih nyantri. Rasa kangen akan suasana pondok pesantren yang selama ini terpendam seketika terobati dengan acara tersebut. (MT/SH)