Kamis, 19 September 2019

PERESMIAN RUMAH PERGERAKAN GRIYA GUS DUR

Senin, 25 Januari 2016
diunggah oleh : admin
Griya Gus Dur secara resmi diluncurkan pada24/1/2016. Griya Gus Dur terletak Jalan Taman Amir Hamzah No. 8 Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Acara persemian ini dihadiri oleh beberapa tokoh nasional seperti Romo Mudji, Romo Frans Magnis Suseno, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Bindar Panjaitan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mantan Sekretaris Negara era Gus Dur, Bondan Gunawan, dan budayawan Jaya Suprana. Peresmian Griya Gus Dur bakal menandai sejumlah tonggak penting mewujudkan rumah pergerakan: peluncuran gusdur.net dan peluncuran Lumbung Amal Gusdurian.

Di Griya Gus Dur kelak akan bermarkas sejumlah lembaga pelanjut perjuangan Gus Dur: The Wahid Institute (kelak berubah nama menjadi Wahid Foundation), Yayasan Bani KH Abdurrahman Wahid (yang menaungi Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia, Abdurrahman Wahid Center for  Interfaith Dialogue & Peace at University of Indonesia, Jaringan Kios Rakyat, dan Pojok Gus Dur), Yayasan Teman Bangkit, dan Positive Movement.

 

Rumah di Jalan Taman Amir Hamzah 8 ini menyimpan sejarah penting perjuangan bangsa Indonesia. Sejak menjadi kediaman keluarga KH Abdul Wahid Hasyim, ayahanda KH. Abdurrahman Wahid, rumah ini menjadi rumah perjuangan dan pergerakan. KH Wahid Hasyim dicatat sebagai salah satu pendiri bangsa. Ia menteri agama pertama Republik Indonesia. Rumah itu menjadi tempat bertemu dan berdiskusi tokoh-tokoh perjuangan. Sepeningggal Kyai Wahid, Nyai Solichah Wahid Hasyim, ibunda Gus Dur, melanjutkan perjuangan ini dengan menjadikan rumah ini sebagai “pangkalan” para aktivis kebangsaan.

 

Pada perhelatan ini keluarga Almarhum KH Abdurrahman Wahid juga akan memberikan “Gus Dur Award 2016” kepada tiga orang tokoh sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas kiprah dan kontribusi mereka yang selaras serta sejalan dengan nilai-nilai, pemikiran, dan keteladan Gus Dur.

 

Penghargaan Gus Dur Award untuk kategori tokoh agama diberikan kepada KH. Mustofa Bisri atau yang biasa akrab disapa Gus Mus karena dinilai berhasil menyebarkan gagasan Islam Nusantara yang santun dan humanis. 
 
Sutanto Mendut, budayawan kelahiran Magelang tahun 1954 mendapatkan Penghargaan Gus Dur Award untuk kategori tokoh sosial budaya.
 
Dia adalah pendiri sekaligus presiden Komunitas Lima Gunung yang sering menggelar perhelatan akbar seni-budaya dengan keswadayaan masyarakat di lima gunung yaitu Merapi, Merbabu , Andong, Sumbing , dan Menoreh yang berskala internasional.
 
Ahok mendapatkan Gus Dur Award untuk kategori tokoh politik dan pemerintahan karena keberanian & ketegasannya dalam melawan korupsi. Ahok juga dianggap tegas terhadap kelompok intoleran. Sikap anti korupsi dan ketegasannya terhadap kelompok intoleran tersebut sejalan dengan sikap Gus Dur.