Senin, 16 September 2019

SIKAP GUSDURIAN KENDAL ATAS TRAGEDI PERUSAKAN MASJID AHMADIYAH DI KENDAL

Kamis, 26 Mei 2016
diunggah oleh : admin
Setiap tahun kita selalu disuguhi berita-berita perusakan rumah ibadah agama dan keyakinan tertentu oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Perusakan rumah ibadah sejatinya mencerminkan intoleransi tanpa mengedepankan dialog antar pemeluk keyakinan. Indonesia yang menganut paham demokrasi sudah seharusnya melakukan perlindungan terhadap kelompok tertentu atas tindakan kekerasan dan diskriminasi yang diterima, atas dasar qpapun. Perusakan rumah ibadah baru-baru ini terjadi terhadap masjid Ahmadiyah di Kelurahan Purworejo, desa Ringinarum, Kecamatan Gemuh, Kabupatèn Kendal. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Gusdurian Kendal, kejadian terjadi pada Senin, 23 April, dini hari ketika hujan lebat mengguyur sebagian kecamatan di Kendal. Tidak ada saksi mata pada saat perusakan terjadi, kerusakan baru disadari ketika seorang jemaah Ahmadiyah baru pulang dari luar kota dan melewati masjid tersebut.
 
 
Atas insiden ini, Gusdurian Kendal menyatakan sikap sebagai berikut:
 
1. Mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak manapun yang mendorong tindakan perusakan yang lainnya
2. Menuntut agar aparat keamanan menindak tegas pelaku perusakan masjid Ahmadiyah di Ringinarum Kendal. 
3. Menuntut kepada aparat penegak hukum, terutama di Kendal untuk melindungi kebebasan berpendapat dan berkeyakinan sesuai amanat Undang-undang Dasar Republik Indonesia. 
4. Menolak kekerasan atas nama agama terutama dalam hal ini yang ditujukan kepada jemaah Ahmadiyah 
5. eminta para pemangku kebijakan, terutama Bupati Kendal, untuk melakukan perlindungan dan bersikap adil atas insiden perusakan masjid Ahmadiyah, demi keberlangsungan kondisi sosial Kendal yang harmonis di atas segala perbedaan keyakinan yang ada
6. Menyerukan kepada masyarakat luas untuk mengawal penegakan hukum terhadap kasus-kasus kekerasan dan perusakan atas nama agama.