Kamis, 13 Desember 2018

SYIIR TANPO WATON DINYANYIKAN PADUAN SUARA GEREJA

Sabtu, 11 Agustus 2018
Pada pembukaan Tunas Gusdurian 2018, syiir tanpo waton yang identik dengan Gus Dur dinyanyikan oleh paduan suara GKI Gejayan yang membuat peserta terkesima

Penampilan apik sukses ditunjukkan kelompok musik hadroh dari Keluarga Mahasiswa NU dan Paduan Suara GKI Gejayan Sabtu pagi (11/8). Aksi panggung yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Temu Nasional Penggerak Gusdurian 2018 tersebut berhasil menghibur penonton yang menjejali aula asrama haji tempat acara berlangsung.

Dalam penampilannya, mereka dengan kompak membawakan lagu Syiir Tanpo Waton yang dipopulerkan Gus Dur. Paduan Suara GKI yang diiringi hadrah dapat melantunkan syiir yang membuat merinding seluruh peserta.

“Lagu ini sering saya dengar tapi dari kolaborasi ini membuat saya merinding,’’ kata Ramdani salah satu peserta Temu Nasional.

Ardi Syihab sebagai penabuh hadroh mengaku kolaborasi tersebut sangat jarang terjadi di tengah sentiment agama yang masih pelik di Indonesia. Ia berharap melalui penampilannya dapat membuka mata dunia untuk lebih bijak memandang perbedaan.

“Nada yang terbentuk dari hadroh dan paduan suara gereja ini seharusnya mampu dijadikan contoh masyarakat untuk selalu menjaga keharmonisan dalam kehidupan,’’ ungkap Ardi yang juga mengaku pengagum Gus Dur tersebut.

Ardi menambahkan Syiir Tanpo Waton yang dipopulerkan Gus Dur tersebut sangat dalam maknanya dan sangat perlu untuk dihayati. Untuk mempersiapkan kolaborasi tersebut Ardi dan grupnya tidak butuh waktu lama karena telah beberapa kali bekerja sama dengan Paduan Suara GKI Gejayan.

Penonton yang hadir pun terhibur dengan penampilan tersebut. Bahkan hampir seluruhnya dari mereka mendokumentasikan penampilan tersebut yang membuat pemandangan aula semakin ramai.