Minggu, 21 Oktober 2018

MELAWAN KEBENCIAN SEJAK DALAM PIKIRAN

Sabtu, 11 Agustus 2018
“Kebencian dalam media mudah memprovokasi manusia karena hilangnya atmosfer wajah,” terang Romo In

Kebencian disebabkan oleh tumpukan persoalan atau masalah dalam diri manusia. “Apa yang dipelajari dalam Sejarah kita? Sejarah banyak menuliskan sejarah Perang”, ujar Romo Ing Nugroho, pembicara Talk Show Tunas Gusdurian, Jumat (11/8).

Talk Show dengan tema “Kebencian Akan Tumbang, Komedi Akan Menang” berlangsung di Asrama Haji Yogyakarta. Dalam acara tersebut Romo In menambahkan, banyak hal sejarah tidak terbatas pada perang--kemenangan dan kekalahan—yang berujung kehancuran. Sehingga kehidupan manusia pun terus menerus seperti itu karena hal tersebutlah yang terbangun dalam pikirannya. Padahal ada hal diluar kemenangan dan kekalahan, yaitu perdamaian yang jauh lebih indah.

Media menjadi sarana mudah tersalurnya ujaran kebencian. Media membuat komunikasi antar manusia berkurang. Dalam media, ekspresi wajah manusia menjadi datar. Manusia dapat berkomunikasi tanpa melihat wajah yang diajak berkomunikasi sehingga manusia mudah terprovokasi. “Kebencian dalam media mudah memprovokasi manusia karena hilangnya atmosfer wajah,” terang Romo In.

Balaslah kebencian dengan komedi. Komedi mencerahkan bukan menghancurkan. Lewat komedi bisa membayangkan dunia yang berbeda. Ada banyak sudut pandang yang bisa kita lihat. “Komedi adalah menerima kenyataan dan menertawakannya”, ujarnya.

Romo Ing berharap imajinasi sesuatu yang berbeda itu jangan ditutup. Berbeda memberikan suka cita. “Hidup tidak harus seragam dan sama karena hidup melampaui harus”, tutup Romo In. (Iffah).