Jumat, 31 Maret 2017

SOSOK INSPIRASIONAL KAMPUNG GUSDURIAN

Sosok, kiprah, dan kisah inspirasional yang dipersembahkan oleh Kampung Gusdurian

Setia Menjaga Jembatan

oleh Heru Prasetia
AKHIR tahun lalu keluarga ini menggelar haul ke-7 wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kepergian Presiden Keempat Republik Indonesia (RI) itu pada 30 Desember 2009 memiliki makna lain bagi Alissa Qotrunnada Munawaroh. Tidak semata kehilangan sosok sang ayah, momen itu menjadi babak baru bagi perempuan yang akrab disapa Alissa Wahid tersebut. Selama 10 tahun (1999-2009) ia memutuskan menjauh dari dunia politik, baik itu politik praktis maupun kebangsaan. Keputusannya menjauh itu karena mengalami trauma selama berada di istana pada 1999-2001. Semua curah­an hati putri sulung Gus Dur itu diungkapkannya saat Media Indonesia bertemu di The Wahid Institute, Jakarta, Kamis (5/1).
0 Komentar

Multikulturalisme Ala Tanoker Ledokombo

oleh Heru Prasetia
Empat tahun lalu,suasana Ledokombo tak sehidup hari ini. Ledokombo merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Jember bagian utara. Di wilayah ini semakin banyak penduduk yang berangkat keluar daerah untuk mencari nafkah atau keluar negeri menjadi buruh migrant (TKI-TKW). Anak-anak yang ditinggal merantau oleh orang tuanya tidak terurus dengan baik. Tidak ada kegiatan positif yang cukup memadai untuk menunjang proses tumbuh-kembang mereka.
0 Komentar

Pendekar Konservasi Gunung Lemongan

oleh Heru Prasetia
Pada 2001, Gus Dur menyatakan ‘hutan untuk rakyat’. Sebagian orang memelintir pernyataan Gus Dur dengan semena-mena membabati hutan di sepanjang Pacitan-Banyuwangi.Kawasan hutan Lemongan yang berada di Lumajang ini termasuk dalam deret pembabatan.6000 hektar dinyatakan sebagai kawasan green belt (lahan kritis), 1958,30 hektar di antaranya adalah kawasan lindung. Sebagian kawasan Gunung Lemongan masuk Kabupaten Lumajang, sedangkan lainnya masuk Kabupaten Probolinggo. Gunung ini bagian dari Pegunungan Hyang, sekompleks dengan Gunung Argopuro. Tingginya hanya 1671 mdpl.
0 Komentar

Muhammad Arif Ruba’i; Bergerak Lewat Pertanian

oleh Heru Prasetia
Nama Muhammad Arif Ruba’i mulai dikenal secara nasional setelah keberhasilannya dalam riset pertanian melon yang menghasilkan varietas honey globe yang mendapat predikat melon terberat di dunia. GUSDURian yang satu ini memang memiliki konsentrasi di bidang pertanian dan berprinsip menyebarkan dakwah melalui jalur tersebut.
0 Komentar