Minggu, 22 Oktober 2017

MUHAMMAD ARIF RUBA’I; BERGERAK LEWAT PERTANIAN

Nama Muhammad Arif Ruba’i mulai dikenal secara nasional setelah keberhasilannya dalam riset pertanian melon yang menghasilkan varietas honey globe yang mendapat predikat melon terberat di dunia. GUSDURian yang satu ini memang memiliki konsentrasi di bidang pertanian dan berprinsip menyebarkan dakwah melalui jalur tersebut.

Bagi laki-laki kelahiran Semarang, 2 Februari 1976 ini, dakwah akan lebih efektif apabila diikuti pula dengan pemberdayaan masyarakat. Jawa Tengah khususnya dan Indonesia pada umumnya merupakan negara berbasis agraris sebagian besar. “Kami bergerak melalui Jankar Muda Nusantara dan Yayasan Obor Tani dan lembaga lainnya,” ungkapnya.

Aktivis mahasiswa 1998 ini menambahkan, hasil riset yang dilakukan dalam bidang pertanian, digunakan untuk pemberdayaan masyarakat. Secara psikologi sosial, masyarakat yang telah diberdayakan akan lebih mudah diberikan pendalaman kajian tentang apa pun, termasuk materi dakwah. “Kami memberdayakan masyarakat desa dengan pengembangan teknologi pertanian,” tambah pria yang juga Ketua Keluarga Mahasiswa Nahdhatul Ulama (KMNU) ini.

Sistemnya, melalui bengkel riset yang diadakan, laki-laki ini melakukan pengkaderan aktivis muda dalam bidang pertanian. Selanjutnya, masing-masing disebar di daerahnya untuk mengembangkan pola itu. “Kami juga bekerja sama dengan beberapa Pemkab untuk pengembangan pertanian,” terangnya.

Warga Wonokerso, Kabupaten Semarang ini menilai, hal serupa juga perlu dilakukan, tidak hanya dibidang pertanian. Bidang-bidang lainnya juga perlu dikembangkan untuk menjadi sarana dakwah. “Misalnya pendidikan, sosial dan ekonomi atau bidang entrepreneur lainnya,” tandas alumni STAIN Salatiga ini.

(red)

Anda perlu login untuk memberikan komentar.