Minggu, 07 Juni 2020

OPINI

Pendapat pribadi atau tulisan singkat, padat, dan ringan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian para gusdurian.

Persahabatan Gus Dur dengan Leonard Swidler

oleh : RASYIDA RIFATI HUSNA, 0 Komentar
Profesor Leonard Swidler, Ph.D., S.T.L., LL.D., LL.D. Mungkin belum banyak yang tahu bahwa beliau adalah salah satu teman baik Gus Dur dari lintas agama. Ia adalah Profesor Pemikiran Katolik dan Interreligious Dialogue di Dept. Agama di Temple University, Philadelpia, Amerika Serikat sejak 1966.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Arab Pegon: Strategi Dakwah Mbah Sholeh Darat

oleh : ABDULLAH FAIZ, 0 Komentar
KH. Sholeh bin Umar As-Samarani atau lebih dikenal dengan Mbah Sholeh Darat beliau adalah seorang ulama yang sangat alim dan masyhur sebagai gurunya ulama Jawa. Sebab, hampir semua ulama’ Nusantara pada masa itu sempat berguru kepada beliau, seperti Syaikh Mahfudz at-Turmusi, Kiai Dalhar (Magelang). Bahkan dari kealimannya, konon menjadi cikal bakal berdirinya dua organisasi besar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama’ dan Muhammadiyah.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Takfirisme, Islam Moderat dan Pancasila

oleh : SUWANTO, 0 Komentar
Islam moderat atau al-wasatiyyah merupakan salah satu konsep yang ditemukan dalam epistemologi Islam. Ada sejumlah terminologi al-wasatiyyah, sebagaimana dalam literatur Inggris seperti halnya moderation, mainstream, intermediacy, middle path, midpoint, reasonable, rational, common, and acceptable (Dorloh & Yusuf, 2015). Al-wasatiyyah dalam bahasa Arab berasal dari kata wasat dan kemudian diuraikan dari kata ummatan wasatan yang berarti tengah.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Meramal Akhir Covid-19 dengan (Memanipulasi) Hadis Nabi

oleh : MOCH NUR ICHWAN, 0 Komentar
Seseorang membagikan sebuah video di WAG yang saya ikuti di kampung. Dalan video itu tampak seseorang lelaki muda memakai jubah hitam, seperti jubah khas Saudi, dengan kopiah putih. Latar belakangnya perpustakaan yang penuh dengan kitab berjilid-jilid. Semua itu mendukung sekali ceramah singkatnya yang berjudul “Corona Berakhir Menurut Hadis”.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Menelusuri Keilmuan Gus Dur: Humanisme, Rasionalisme, dan Kosmopolitanisme

oleh : RIZKA APRILLIANA, 0 Komentar
Seolah tak pernah selesai jika membahas sang tokoh fenomenal bernama Gus Dur. Seorang kiai, mantan presiden, budayawan, adalah satu dari banyak peran yang melekat pada dirinya. Inilah yang menjadikan manuver Gus Dur sulit untuk ditebak. Sehingga Nurcholis Madjid dalam satu kesempatan pernah berkata, hal paling misterius dan hanya Tuhan yang tahu selain jodoh, maut, dan rezeki adalah Gus Dur.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Mengapa Gus Dur Mencintai Indonesia?

oleh : YAHYA CHOLIL STAQUF, 0 Komentar
Karena beliau manusia pesantren. Sedangkan keindonesiaan adalah salah satu unsur utama jati diri inti pesantren. George McTurnan Kahin (1918 – 2000, Cornell University, USA), menuliskan hasil penelitian sejarahnya dalam Nationalism and Revolution in Indonesia (Cornell University Southeast Asia Program, 1952), bahkan menandaskan kesimpulan bahwa “Nasionalisme Indonesia berakar pada tradisi Islam Nusantara”: Pesantren!
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Corona dan Kerapuhan Norma

oleh : SUWARSA, 0 Komentar
Seminggu lalu, di kelurahan Cikundul diselenggarakan pemilihan ketua RW 05 secara langsung dan demokratis. Warga berduyun-duyun mengikutinya dengan tetap mengindahkan edaran pemerintah tentang keharusan adanya pembatasan sosial untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Kitab Kuning dan Cara Memulai Tulisan ala Gus Dur

oleh : ZAIM AHYA, 0 Komentar
Beberapa teman berkeluh kepada penulis perihal kesulitan memulai tulisan. Padahal, kata mereka, sudah ada sekian ide dan gagasan dalam pikiran. Dalam rangka usaha menghadirkan solusi, penulis biasanya menyarankan mereka untuk membaca tulisan Gus Dur, dan meniru cara beliau memulai tulisannya.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Pentingnya Sex Segregated Data dalam Analisis Wabah Covid-19

oleh : ASHILLY ACHIDSTI, 0 Komentar
Wabah Covid-19 yang menjadi pandemi global setiap harinya masih saja terus memakan korban. Hingga hari Rabu tanggal 19 April 2020 dilansir Worldometers, terhitung 2.347.815 pasien dari seluruh negara tercatat positif Covid-19 dengan jumlah kematian sebanyak 161.128. Dari angka tersebut, hingga tanggal 19 April 2020 warga Indonesia yang terjangkit sejumlah 6.575 positif Covid-19 dengan angka kematian sebanyak 582 orang.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi